Cara negara-negara Islam di Timur Tengah rayakan Idul Adha

Umat Islam di tanah air tengan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu (11/8/2019). Hal ini sebagaimana ketentuan pemerintah setelah mengadakan sidang isbat pada 1 Agustus 2019. Tak hanya masyarakat Muslim di Indonesia, beberapa negara Arab lainnya juga sedang bersukaria menyambut datangnya hari raya kurban ini. Nah, berikut ini adalah tradisi saat perayaan tersebut pada berbagai negara.

1. Arab Saudi

Tak jauh berbeda dengan negara kita umat Islam Arab Saudi setelah menunaikan sholat sunnah Idul Adha lalu berkumpul untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Daging tersebut kemudian diolah dan disajikan sebagai sarapan seluruh keluarga.

Tiap-tiap daerah di Arab Saudi mempunyai kuliner khas yang wajib tersaji saat Idul Adha, misalnya Hamees di Riyadh. Hamees sendiri adalah kuliner yang terbuat dari daging dan hati kemudian dimasak dengan bumbu rempah, bawang, dan tomat yang banyak.

Setelah menyantap sarapan, mereka akan saling mendatangi rumah-rumah sanak saudara dan untuk anak-anak biasanya mendapat hadiah dari keluarga yang lebih tua. Kemeriahan perayaan Idul Adha akan berlangsung hingga usai Shalat Maghrib.

Mereka akan kembali berkumpul dalam sebuah tenda besar untuk bercakap-cakap santai sambil makan-makan. Hidangan yang banyak disediakan adalah kue-kue, kurma, serta kacang. Idul Adha sangat istimewa bagi masyarakat negara ini karena inilah waktu bagi para wanita  pada para gadis untuk mengenakan pakaian baru, memakai wangi-wangian, serta menghias tangan dan kaki dengan henna.

2. Maroko

Idul Adha di Maroko dapat dibilang sangat unik. Para pemuda akan mengenakan kostum kambing yang terbuat dari wol dan mengikuti Karnaval Boujloud. Selain itu peserta pawai ini juga menghiasai wajah dengan beraneka riasan dan gambar yang unik.

Rombongan pawai pemuda ini berjalan ke gang-gang di seluruh distrik dan umumnya rombongan karnaval akan semakin besar karena warga sekitar diperbolehkan bergabung dengan suka cita. Seusai menunaikan shalat Idul Adha, mereka akan saling mengucapkan selamat dan mengunjungi setiap rumah di distrik masing-masing.

Para tamu yang berkunjung wajib dijamu dengan makanan ringan dan kue-kue khas sebagai sambutan hangat.

3. Aljazair

Pemeluk agama Islam di Aljazair juga mempunyai kebudayaan Idul Adha yang tidak kalah menarik dibandingkan Maroko atau negara Arab lainnya. Sebelum disembelih hewan kurban, biasanya kambing dihias terlebih dahulu dengan hena pada kepala. Setelah itu kambing kurban akan diadu dengan kambing kurban yang lain terlebih dahulu baru kemudian disembelih.

4. Mesir

Perayaan Idul Adha di Mesir kira-kira sama dengan kemeriahan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Masyarakat Mesir akan berbelanja pakaian yang cantik serta menghiasi rumah-rumah mereka dengan ceria sebagai tanda suka cita.

Setelah menjalankan Shalat Idul Adha di lapangan atau tanah yang luas, masyarakat akan saling berkunjung ke rumah tetangga dan kerabat. Hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Idul Adha adalah Fatteh dan Tsarid.

Mereka biasanya juga mengolah hidangan yang banyak mengandung daging untuk disantap bersama-sama bahkan sejak sarapan. Di waktu pagi masyarakat akan menyantap olahan daging yang dipotong kotak-kotak atau tumis hati sebagai teman makan fatta, yaitu nasi merah yang diolah dengan saus tomat.

Kalau di waktu pagi daging dan fatta tak sempat dihidangkan, di saat makan siang hidangan tersebut wajib disajikan. Setelah itu mereka akan menikmati kuliner penutup yang lagi-lagi dibuat dari olahan daging bernama Ro’a, atau pai daging.

Read More