PERSIB bisa Main di Stadion Gelora Bandung Lautan Api GBLA tanpa Penonton

Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung berkomentar tentang kemungkinan Maung Bandung berlaga di Stadion GBLA tetapi tanpa mengundang penonton. Menurutnya itu sama saja dengan tak memperbolehkan Persib untuk bermain di sana. Polrestabes serta Pemkot Bandung sebenarnya telah memberi jaminan bahwa Stadion GBLA dapat digunakan untuk menyelenggarakan laga sepakbola resmi namun syaratnya tanpa penonton.

Kondisi Stadion GBLA

Bangunan tersebut dapat dikatakan saat ini dalam kondisi baik walaupun dengan beberapa area yang rusak ringan. Area dimaksud terutama pada bagian yang sedianya akan direnovasi pada pembangunan gedung tahap lanjutan. Dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yan tak dikehendaki bila dipaksakan untuk mengundang penonton.

Sedikit kecewa, Umuh mengatakan bahwa sebelumnya dirinya mendapat informasi bahwa stadion dapat digunakan oleh Persib di bulan November. Tapi tanpa kehadiran penonton menurutnya ini sama saja bohong.

Walau demikian Umuh berharap kendala yang terkait Stadion GBLA itu dapat segera tuntas. Saat ini dirinya tengah menanti tindak lanjut dari Pemkot Bandung serta pihak-pihak lainnya untuk mencari pemecahan dari masalah ini.

Umuh juga berharap agar masalah ini segera diselesaikan dalam waktu cepat. Di pihak lain Umuh mengaku bahwa PT PBB bersedia bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk menangani  Stadion GBLA. Perusahaan menyatakan siap mengelola Stadion GBLA yang dibanggakan Kota Bandung tersebut hingga kondisinya kembali layak untuk digunakan.

Umuh menambahkan PT PBB siap membenahi stadion hingga bertaraf internasional. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan hubungan kerjasa dengan Persib dapat dibicarakan selanjutnya.

Tanggapan Pemkot Bandung

Yana Mulyana, wakil Wali Kota Bandung menyatakan kepastian penggunaan Stadion GBLA dengan syarat tanpa penonton. Sampai sekarang Persip memang tak lagi bermarkas di gedung tersebut. GBLA yang diresmikan di tahun 2013, tapi mulai dibangun pada 2009 itu mengalami kerusakan berat.

Sementara menurut Pemkot Bandung kondisi stadion secara umum masih baik namun sebagian kursi penonton mengalami kerusakan. Inilah sebabnya cukup beresiko bila stadion tersebut dijadikan tempat penyelenggaraan resmi pada level elit, tapi bila tanpa penonton hal ini masih memungkinkan.

Yana melanjutkan kondisi saat ini adalah konstruksi total bangunan tidak ada masalah, lalu pada tahap 2 sebagian kerusakan terjadi pada tribu, yaitu di lantai 2 dan 3. Inilah alasannya cukup riskan bagi penonton bila turut serta.

Pemkot Bandung saat ini masih berupaya merampungkan proses serah terima asset dengan kontraktor, PT Adhi Karya. Masih menurut Yana, dari pihak Pemkot Bandung sendiri telah melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan kontraktor tersebut dan akan diikuti dengan diskusi-diskusi lanjutan terkait hal ini.

Apabila proses tersebut sudah beres untuk ke depannya dari pemerintah kota Bandung akan mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengelola stadion tersebut. Kemungkinannya adalah pengelolaan ditangani sendiri oleh pemkot atau melibatkan pihak lain.

Bila memilih pengelolaan dengan pihak ketiga sebelumnya tentu harus ada proses lelang. Dalam proses tersebut semua pihak diperbolehkan untuk berpartisipasi termasuk PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Selama ini memang telah beredar rumor yang mengatakan bahwa stadion yang terletak di kawasan Gedebage ituakan dikelola oleh PT PBB.

Sementara menurut Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak pernah menghalangi gelaran turnamen sepak bola resmi di GBLA. Tapi sesuai data yang terkumpul dari beberapa kajian berbagai pihak dirinya berpendapat bahwa stadion tersebut tidak aman bagi pengunjung karena beberapa bagian sudah rusak. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan kekhawatiran terulangnya kembali kasus supporter Persija yang tewas di stadion tersebut.

Read More