Ini alasannya orang Jawa Tengah jago mengolah daging kambing

Walaupun bagi masyarakat Indonesia biasa saja, tapi tak sedikit orang-orang dari luar negeri menganggap olahan daging kambing sebagai hidangan ekstrem. Mungkin karena kebiasaan orang Indonesia yang mengolah hampir semua bagian kambing menjadi masakan.

Kepala kambing komplit dengan bola mata, lidah, dan giginya pun dimasak menjadi kuliner nikmat terutama di daerah Jawa Tengah. Masyarakat Jawa Tengah memang dikenal piawai memasak daging kambing. Ini ternyata ada alasannya.

Menurut pengamat kuliner serta pegiat komunitas Pelestarian Kuliner Nusantara, Arie Parikesit, ada beberapa faktor yang mendasari hal ini, pertama, pembelian daging kambing di kota Yogyakarta dan beberapa kawasan lainnya di Jawa Tengah harus per-ekor, alih-alih per kilogram.

Selain itu di zaman dulu belum ada lemari es untuk menyimpan daging untuk digunakan kembali, sehingga orang selalu mengolah semua bagian kambing seketika itu juga agar tidak rusak dan terbuang.

Yang diolah juga bukan dagingnya saja, melainkan mulai ujung kepala sampai kaki.Para penjual kambing umumnya memperoleh kulit kambing yang nantinya digunakan sebagai lapisan bedug setelah diolah dengan metode tertentu.

Hal ini menjadi kebiasaan sampai saat ini di daerah Jawa Tengah. Inilah sebabnya para penjual sate kambing sekaligus menyediakan tongseng serta gulai kambing agar selain menjual dagingnya juga bisa menjual bagian lain, biasanya jeroannya.

Di warung-warung kuliner olahan kambing, pembeli bisa memilih satu porsi hidangan tengkleng yang berisi campuran seluruh bagian kambing. Anda juga boleh memilih isian tengkleng tersebut mulI dari ekor, otak yang dihidangkan di piring dengan ditutup daun pisang, hingga alat vital kambing yang biasa disebut torpedo.

Saat berkesempatan berkunjung ke kawasan Jawa Tengah, Anda bisa dengan mudah menemukan pusat-pusat kuliner olahan kambing seperti ini, terutama di kota Semarang, Tegal, Solo, serta Boyolali yang khas dengan tongseng lezatnya. Berikutnya ada pula daerah Tuntang dengan kulier gecko serta Bantul, Yogyakarta dengan sate klathak-nya.

Ide kuliner dari daging kambing selain sate

Sate memang merupakan kuliner olahan daging kambing yang paling populer, tapi ada inspirasi lain untuk memasak daging kambing menjadi olahan yang tak kalah lezat. Berikut ulasannya.

1. Tongseng

Tongseng merupakan bukti akulturasi masyarakat Jawa Tengah dengan bangsa Timur Tengah di abad ke-19. Karakter hidangan ini adalah berkuah manis dari kecap dengan bumbu rempah yang cukup pekat, mulai bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, lada, serai, salam, dan ketumbar.

2. Gulai kambing

Inilah hidangan yang kerap menemani sate kambing di meja makan saat Hari Raya Idul Adha. Kuah gulai lebih banyak dan cair dibandingkan kuah tongseng yang kental. Bumbu-bumbu yang tak boleh dilupakan untuk membuat aroma masakan sedap adalah daun jeruk, daun salam dan kunyit.

3. Tengkleng

Inilah kuliner olahan daging kambing yang kerap dianggap ekstrem bagi lidah orang bule. Pasalnya bahan dasar pembuatan tengkleng adalah bagian yang jarang digunakan, seperti kepala lengkap dengan lidah dan bola mata kambing, jeroan komplit, serta tulang-tulangnya. Tengkleng diolah mirip dengan gulai namun tanpa menambahkan santan sehingga rasanya lebih segar dan ringan.

4. Gecok

Hidangan ini diyakini mengandung unsur penyembuhan karena dibuat dengan racikan 25 bahan rempah herbal yang mirip jamu-jamuan, termasuk kapulaga, kunyit, adas, serta kayu manis. Selain itu ditambahkan pula kelapa sangrai dalam pengolahannya dan umumnya orang akan merasakan tubuhnya menjadi hangat setelah mengonsumsi hidangan ini.

Read More